Hampa diri, temani sepi, saat diresapi,
Cinta menumpuk rasa,
Mengharap seorang kekasih,
Menempati ruang kosong di hati, memberi butiran mengalir ke dalam sanubari.
Engkaukah Selama Ini Yang Kucari?
Dalam mimpi selalu datang menghibur,
Memberi senyuman manis,
Menyapa dalam hangatnya suasana, rasa sepi pun seakan sirna dari hati.
Engkaukah Selama Ini Yang Kucari?
Begitu aku merindukan,
Jejak – jejak cinta saling memberi, saling menerima,
Harapan ini begitu besar.
Kesetiaan yang kujalani,
Ketulusan yang kuberi,
Ku lakukan hanya untuk dirimu,
Untuk membuatmu bahagia, disampingku.
Kamis, 06 Oktober 2011
Memories
Keindahan yang dulu ada
Kebersamaan yang dulu kau cipta
Kini semuanya sirna
Bersama derai air mataku
Mengapa kau tega melakukan itu padaku
Tega mengianati aku
Sedih,perih,amarah kesal,kini bercampur menjadi satu dalam benakku
Kemana ????
Kau yang dulu
Yang selalu menyanyikan lagu-lagu cinta untukku
Mengapa semuanya sirna hanya sekejap saja
Aku masih ingin kan dirimu
Dirimu yang mencintaiku
Walaupun kau torehkan luka dihatiku
Kau tetap kenangan indah dalam hidupku
Dan disini aku masih mencintaimu
Berharap kau kembali
Dengan cintamu yang sama seperti dulu
:-(
Kebersamaan yang dulu kau cipta
Kini semuanya sirna
Bersama derai air mataku
Mengapa kau tega melakukan itu padaku
Tega mengianati aku
Sedih,perih,amarah kesal,kini bercampur menjadi satu dalam benakku
Kemana ????
Kau yang dulu
Yang selalu menyanyikan lagu-lagu cinta untukku
Mengapa semuanya sirna hanya sekejap saja
Aku masih ingin kan dirimu
Dirimu yang mencintaiku
Walaupun kau torehkan luka dihatiku
Kau tetap kenangan indah dalam hidupku
Dan disini aku masih mencintaimu
Berharap kau kembali
Dengan cintamu yang sama seperti dulu
:-(
Hurtful Poem
takkan tercapai keinginan tuk buaimu dalam kasih…
kerlingan maya buat hatiku terikat sementara
kiasan kata tak dapat tutupi luka
saat cela tlah habis masa…
rindu…
haruku tiada berarti saat berubah parau isak mimpiku
tergaris lurus kisahku yang berakhir dengan jemu
arah…
tak lekang ku mencari
dan tak puas kumenanti
saat ku terdiam di balik pencarianku,
saat ku terpatri dalam penantianku…
mimpi…
“cepat, buka matamu…” seruku dalam tidur
saat tersadar, kumengerti…
sang dewi hanyalah kilau semu dalam mimpi…
bye my memory…
bye…
cukuplah pahitku bersama bayanganku
cukuplah lelahku dalam pengharapanku
kini ku telah bersandar pada tujuanku…
pada keindahan masa depanku…
denganmu…
kerlingan maya buat hatiku terikat sementara
kiasan kata tak dapat tutupi luka
saat cela tlah habis masa…
rindu…
haruku tiada berarti saat berubah parau isak mimpiku
tergaris lurus kisahku yang berakhir dengan jemu
arah…
tak lekang ku mencari
dan tak puas kumenanti
saat ku terdiam di balik pencarianku,
saat ku terpatri dalam penantianku…
mimpi…
“cepat, buka matamu…” seruku dalam tidur
saat tersadar, kumengerti…
sang dewi hanyalah kilau semu dalam mimpi…
bye my memory…
bye…
cukuplah pahitku bersama bayanganku
cukuplah lelahku dalam pengharapanku
kini ku telah bersandar pada tujuanku…
pada keindahan masa depanku…
denganmu…
Kejujuran Dan Kebohongan
Setiap insan pasti dengan mudah dapat membedakan mana kejujuran dan mana kebohongan walaupun begitu tidaklah mudah bagi setiap manusia untuk menghindari kebohongan dan merangkul kejujuran. Kejujuran adalah kebajikan moral dasar yang dapat menumbuhkan sifat-sifat baik lainnya di dalam hati setiap insan. Kejujuran juga dapat membantu mencegah mereka yang merangkulnya untuk jatuh ke dalam jurang kehinaan dan kejahatan. Orang yang jujur adalah orang yang cenderung bersih hatinya, dapat dipercaya, tidak bermuka dua serta dapat dijadikan sumber informasi yang terpercaya. Ia juga cenderung untuk menjaga atau menepati janjinya serta tidak mengkhianati orang lain.Ada beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai kejujuran dan kebohongan ini, antara lain adalah:
Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS 17:81)
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS 4:135)
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS 9:119)
Namun begitu kebohongan dapat diizinkan jikalau dalam keadaan kasus-kasus berikut ini:
- Untuk membawa rekonsiliasi atau perdamaian di antara kaum Muslimin yang saling berperang
- Untuk mendekatkan hubungan suami istri yang sedang retak
- Untuk menyelamatkan nyawa ataupun kehormatan dari seseorang yang tidak bersalah terhadap kekejaman tirani ataupun ‘penjajah’ jika tidak ada jalan lain untuk menyelamatkannya
- Dalam perang
Islam juga sangat menentang mereka yang bermuka dua. Diriwayatkan dalam kesaksian Abu Huraira bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Seburuk-buruknya manusia adalah mereka yang bermuka dua; mereka datang kepada seseorang dengan sebuah mukanya dan datang kepada orang lain dengan mukanya yang lain.”
Langganan:
Postingan (Atom)